Tips Menjadi Perusahaan Yang Fokus Kepada Customer Centric

Pendekatan “customer-centric” telah menjadi fokus utama bagi banyak bisnis modern. Ini bukan hanya sebuah tren, melainkan filosofi yang memprioritaskan kebutuhan dan pengalaman pelanggan sebagai pusat dari semua keputusan bisnis. Oleh karena itu, saat ini strategi marketing bisnis mulai bergeser fokus pada pemenuhan kebutuhan atau customer centric.

Berdasarkan hasil penelitian Deloitte dan Touche menemukan bahwa perusahaan yang berpusat pada pelanggan 60% lebih menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak berfokus pada pelanggan. 

Mengutamakan pelanggan bukan hanya tentang memberikan layanan yang baik, tetapi juga tentang membangun hubungan yang berkelanjutan dengan mereka. Dalam artikel ini kita akan membahas lima tips menjadi perusahaan yang fokus kepada pendekatan customer centric.

  • Fokus Kepada Apa yang Dibutuhkan oleh Konsumen 

Perusahaan dapat menjadi customer centric jika mampu memahami dengan baik mengenai kebutuhan pelanggan. Dengan pemahaman tersebut, perusahaan dapat fokus pada penyediaan produk atau layanan yang memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan. Hal ini dapat menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan, yang dapat mengarah pada hubungan jangka panjang.

Sebagai contoh, saat ini hotel-hotel terkemuka tidak hanya fokus pada menyediakan kamar yang nyaman, melainkan juga memprioritaskan layanan personal dan fasilitas yang sesuai dengan preferensi setiap pelanggan. 

Hotel dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dengan menyediakan fasilitas dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Misalnya, hotel dapat menyediakan area bermain anak-anak untuk pengunjung keluarga, fasilitas kolam renang, fasilitas gym ataupun dengan menyediakan metode pembayaran yang fleksibel. Hal ini dapat membuat pelanggan merasa lebih nyaman dan puas dengan pelayanan hotel.

  • Mengumpulkan Feedback Pelanggan

Dalam membangun perusahaan yang berfokus pada pelanggan, komunikasi yang teratur dan aktif merupakan kunci utama. Di era digital saat ini, ada berbagai platform komunikasi yang dapat perusahaan manfaatkan untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan, salah satunya menggunakan WhatsApp. Semua departemen dalam perusahaan harus memanfaatkan saluran komunikasi ini untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelanggan.

Data kuantitatif yang diperoleh ini dapat memberikan wawasan yang berharga untuk mengembangkan produk dan layanan. Namun, penting juga untuk mengumpulkan umpan balik kualitatif yang lebih mendalam. Meskipun komunikasi yang disebutkan sebelumnya mungkin sudah dilakukan di perusahaan, riset pengguna yang proaktif adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Langkah ini akan membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan lebih tepat.

  • Mudahkan Akses Pelanggan Untuk Menghubungi Perusahaan

Mudah dihubungi oleh pelanggan menjadi salah satu strategi yang penting untuk membangun fokus pada customer-centricity dalam perusahaan. Hal ini karena aksesibilitas yang mudah memberikan kesan bahwa perusahaan benar-benar peduli terhadap kebutuhan pelanggan. Dengan mempermudah pelanggan untuk berinteraksi atau mendapatkan bantuan kapan pun mereka membutuhkannya, perusahaan menunjukkan komitmen mereka terhadap layanan yang responsif. 

Perusahaan dapat mencantumkan nomer WhatsApp layanan pelanggan di dalam website ataupun media sosial agar pelanggan bisa langsung mendapatkan jawaban atas informasi yang mereka butuhkan. Layanan pelanggan yang dapat tersedia 24/7 tentunya akan membantu menciptakan pengalaman yang lebih personal, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan membuka pintu komunikasi yang lebih terbuka. 

Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan Gen-AI Chatbot agar terus dapat melayani pelanggan maupun diluar jam operasional. Hebatnya, Gen-AI Chatbot ini tidak hanya bisa menjawab pertanyaan yang repetitif, melainkan bisa berkomunikasi dengan lebih personal, memberikan rekomendasi dan juga membantu pelanggan untuk melakukan transaksi.

  • Memberikan Layanan Pelanggan yang Proaktif

Pendekatan ini mengarah pada upaya yang lebih aktif dalam memenuhi kebutuhan pelanggan sebelum pelanggan sendiri menyadarinya. Dengan mengantisipasi kebutuhan atau masalah yang mungkin timbul, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. 

Tindakan proaktif ini membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun rasa percaya yang lebih dalam terhadap merek. Ketika perusahaan aktif dalam memberikan solusi atau rekomendasi sebelum pelanggan mengalami kesulitan, ini tidak hanya memperkuat kesan bahwa perusahaan peduli terhadap kebutuhan pelanggan, tetapi juga meningkatkan kesetiaan pelanggan.

Sebagai contoh, perusahaan dapat memberikan pengingat untuk pelanggan, seperti mengingatkan jadwal rutin service kendaraan yang dikirimkan melalui WhatsApp agar lebih personal. Dengan begitu, perusahaan tidak hanya memberikan layanan yang memuaskan dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan rutin pelanggan, tetapi juga akan berimbas kepada perkembangan bisnis dalam meningkatkan penjualan

Selain itu, pendekatan proaktif dalam layanan pelanggan dapat menghasilkan umpan balik yang lebih positif dan membangun reputasi perusahaan yang lebih baik di mata pelanggan, membantu dalam mempertahankan pangsa pasar yang stabil dan meningkatkan retensi pelanggan secara keseluruhan. 

Pengalaman pelanggan dengan merek perusahaan sama pentingnya dengan produk atau layanan yang diberikan. Pelanggan tidak hanya menginginkan produk atau jasa tersebut, mereka ingin menikmati pengalaman membeli secara keseluruhan. 

Perusahaan akan mengalami kerugian apabila pelanggan beralih ke kompetitor yang mampu membuat interaksi pelanggan mereka menyenangkan dan efektif. Menggunakan bantuan teknologi untuk layanan pelanggan yang tepat memainkan peran utama dalam pendekatan customer centric

Teknologi seperti omnichannel inbox akan membantu tim layanan pelanggan menciptakan dukungan yang baik atas pertanyaan yang datang dari berbagai macam platform dan menyediakan solusi yang cepat atas masalah pelanggan. 

Dengan demikian, menerapkan customer-centric bukan hanya tentang memuaskan pelanggan tetapi juga tentang membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan. Dengan menerapkan strategi diatas, bisnis dapat terus berkembang dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

Hubungi Mimin disini untuk membantu bisnis Anda dalam menerapkan customer centric  guna meningkatkan pengalaman pelanggan lebih baik.

TENTANG MIMIN

Mimin adalah platform yang membantu bisnis menciptakan conversational customer journey dengan Artificial Intelligence. Dengan Mimin, pelaku usaha dapat dengan mudah membangun chat journey dan menciptakan customer experience yang baik bagi pelanggan.

Aplikasi yang dapat dihasilkan, adalah antara lain, kemudahan untuk menjalankan chat commerce, chat campaign, customer automation, omnichannel inbox, dan chatbot berbasis Generative-AI. 

Dengan Mimin, pelaku usaha dapat memberikan pengalaman pelanggan yang unggul, memperkuat hubungan dengan pelanggan dan membangun loyalitas pelanggan yang lebih kuat.

Ketahui lebih lanjut mengenai Mimin dengan menghubungi kontak di bawah ini:

Mimin

PT. Admin Pintar Kita

Graha Charis Siem

Jl. Tanah Abang 5 No. 21, Central Jakarta

Phone: +62817 9999 350

Email: halo@mimin.io

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mimin - Excellent Customer Experience with AI Technology