Tips Membangun Pengalaman Pelanggan yang Sesuai dengan Preferensi Gen-Z

Gen-Z adalah generasi pertama yang tumbuh dengan teknologi digital dan media sosial. Mereka sangat mahir dalam menggunakan teknologi dan memanfaatkannya untuk komunikasi, hiburan, dan pendidikan. Gen-Z juga merupakan generasi pertama yang memiliki akses internet 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Oleh karena itu, cara komunikasi pilihan mereka adalah melalui saluran digital. 

Dengan pertumbuhan populasi yang signifikan dan pengaruh yang kuat pada budaya, Gen-Z menjadi target pasar yang penting bagi bisnis. Untuk dapat menarik dan mempertahankan pelanggan Gen-Z, bisnis perlu membangun pengalaman pelanggan yang sesuai dengan preferensi mereka.

Berikut adalah beberapa cara membangun pengalaman pelanggan yang sesuai dengan preferensi Gen Z yang dapat diterapkan oleh bisnis.

  • Mengikuti Trend Terkini

Bisnis yang mengikuti tren terkini dapat membangun pengalaman yang sesuai dengan preferensi Gen-Z. Hal ini karena Gen-Z adalah generasi yang sangat sadar tren. Hal ini karena Gen-Z adalah generasi yang sangat sadar tren. Mereka selalu mengikuti perkembangan terbaru di dunia fashion, teknologi, dan budaya populer.

Perkembangan teknologi juga dapat menjadi salah satu fokusnya. Untuk lebih meningkatkan pengalaman belanja, pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan augmented reality (AR) dapat menjadi langkah yang inovatif.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Cognizant, Gen-Z tidak hanya menginginkan kontrol lebih besar atas konten yang mereka konsumsi, namun mereka juga lebih suka melihat iklan berdasarkan aktivitas dan minat online mereka.

Pertama, artificial intelligence (AI) dapat diterapkan dalam meningkatkan personalisasi pengalaman belanja. Sebuah perusahaan streetwear menggunakan AI untuk menganalisis data pelanggan, seperti riwayat pembelian, preferensi gaya, dan interaksi sebelumnya dengan brand mereka.

Berdasarkan analisis ini, AI dapat memberikan rekomendasi produk yang lebih tepat dan sesuai dengan selera Gen-Z. Misalnya, jika AI menemukan bahwa seorang pelanggan sering memilih warna tertentu atau gaya tertentu, sistem dapat merekomendasikan produk serupa dalam kategori tersebut.

Kemudian, augmented reality (AR) dapat membawa pengalaman belanja ke tingkat yang lebih interaktif dan menarik. Misalnya, sebuah aplikasi belanja AR dapat memungkinkan pelanggan Gen-Z “mencoba” pakaian secara virtual sebelum memutuskan untuk membeli. Mereka dapat melihat bagaimana suatu pakaian akan terlihat pada tubuh mereka dalam lingkungan virtual sebelum membuat keputusan pembelian.

Dengan demikian, bisnis ini tidak hanya menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan Gen-Z, tetapi juga tetapi juga menciptakan tren baru dalam pengalaman belanja yang inovatif dan mengesankan.

  • Penggunaan Multichannel Communication

Gunakan channel berbeda untuk melibatkan pelanggan bisnis Anda. Berdasarkan data survei Forrester Research, 88% Gen-Z lebih menyukai komunikasi multichannel dengan merek favorit mereka. Mereka menggunakan berbagai perangkat dan aplikasi secara bersamaan, sehingga mereka dapat mengakses informasi dan layanan dari merek favorit mereka di berbagai channel.

Gen-Z menggunakan berbagai channel untuk berkomunikasi, termasuk media sosial, platform chat, dan situs web. Bisnis perlu menggunakan saluran tersebut untuk menjangkau pelanggan mereka dimanapun mereka berada. 

Dalam hal ini untuk memudahkan pelaku usaha, bisnis dapat menggunakan solusi efektif dengan integrasi omnichannel inbox yang memadukan seluruh percakapan dari berbagai platform chat dalam satu dashboard. Dengan integrasi ini, perusahaan dapat merespons pertanyaan dan permintaan pelanggan secara lebih cepat dan efisien.

Hal ini dikarenakan, menurut data survey dari Salesforce, bahwa 69% Gen-Z mengatakan bahwa mereka lebih cenderung membeli dari brand yang memberikan respon atas pertanyaan mereka secara cepat.

Pemasaran melalui influencer telah menjadi strategi yang sangat efektif dalam mencapai dan mempengaruhi Gen-Z. Umumnya Gen-Z tumbuh dalam era media sosial, cenderung mendekati influencer sebagai sumber inspirasi dan pandangan terkini. 

Berdasarkan data survei yang dilakukan oleh Influencer Marketing Hub mengungkapkan bahwa 92% konsumen telah membeli produk dari merek yang dipromosikan oleh influencer yang mereka ikuti. Karena umumnya influence memiliki gaya yang unik untuk menciptakan tren dan konten kreatif yang menarik. 

Sebagai contoh, seorang influencer kuliner yang populer di platform YouTube dapat memberikan ulasan positif tentang restoran tertentu. Dalam konten yang menggugah selera, influencer tersebut dapat berbagi pengalaman kuliner pribadinya, menyoroti cita rasa dan keunikan hidangan yang mereka nikmati, serta memberikan rekomendasi kepada pengikut mereka. 

Gen-Z yang mengikuti influencer kuliner tersebut mungkin merasa terinspirasi untuk mencoba menu atau tempat makan yang direkomendasikan, karena mereka merasa hubungan antara influencer kuliner dan makanan mencerminkan selera kuliner dan kebutuhan mereka. 

Dengan cara ini, pemasaran melalui influencer tidak hanya menciptakan kesadaran brand, tetapi juga mempengaruhi pengalaman pelanggan dengan memberikan inspirasi baru terkait dunia kuliner yang dapat dinikmati.

Secara keseluruhan, dengan menggabungkan tips diatas, bisnis dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang tidak hanya memenuhi harapan Gen-Z tetapi juga melebihi apa yang mereka butuhkan.

Melalui inovasi teknologi, pemanfaatan multichannel communication, dan kerjasama dengan influencer, bisnis dapat membangun hubungan yang kuat dengan generasi yang memiliki peran penting dalam pasar saat ini dan masa depan.

Penting untuk diingat bahwa setiap langkah yang diambil haruslah tepat dan sesuai dengan nilai-nilai generasi saat ini, menciptakan pengalaman pelanggan yang membangun kepercayaan dan koneksi yang berkelanjutan.

Hubungi Mimin disini untuk membantu bisnis membangun pengalaman pelanggan yang baik bagi Gen-Z dengan pemanfaatan teknologi agar dapat memberikan pelayanan yang mengesankan. 

TENTANG MIMIN

Mimin adalah platform yang membantu bisnis menciptakan conversational customer journey dengan Artificial Intelligence. Dengan Mimin, pelaku usaha dapat dengan mudah membangun chat journey dan menciptakan customer experience yang baik bagi pelanggan.

Aplikasi yang dapat dihasilkan, adalah antara lain, kemudahan untuk menjalankan chat commerce, chat campaign, customer automation, omnichannel inbox, dan chatbot berbasis Generative-AI. 

Dengan Mimin, pelaku usaha dapat memberikan pengalaman pelanggan yang unggul, memperkuat hubungan dengan pelanggan dan membangun loyalitas pelanggan yang lebih kuat.

Ketahui lebih lanjut mengenai Mimin dengan menghubungi kontak di bawah ini:

Mimin

PT.Admin Pintar Kita

Graha Charis Siem

Jl. Tanah Abang 5 No. 21, Central Jakarta

Phone: +62817 9999 350

Email: halo@mimin.io

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mimin - Excellent Customer Experience with AI Technology