Beberapa tahun lalu, penggunaan AI dalam bisnis retail mungkin masih terdengar seperti mimpi. Namun di tahun 2026, hal ini sudah menjadi kenyataan operasional sehari-hari.
Berdasarkan riset dari Salesforce, trafik e-commerce dari AI chatbot melonjak dua kali lipat pada musim liburan 2025 dibanding tahun 2024. Bahkan, AI berhasil menyumbang 20% dari total penjualan retail, mencetak angka $262 miliar lewat rekomendasi produk yang personal dan interaksi pelanggan yang aktif.
Oleh karena itu, para pelaku retail tidak lagi memperdebatkan perlu atau tidaknya memakai AI. Sebaliknya, mereka fokus memperhatikan seberapa jauh kompetitor mereka sudah melangkah.
Brand Retail Besar Sudah Mulai Melangkah
Brand global tidak lagi sekadar mencoba-coba AI dalam skala kecil. Sebaliknya, mereka langsung mengintegrasikan AI ke dalam alur belanja utama pelanggan:
- Nordstrom memakai AI concierge sebagai penata gaya (personal stylist). Sistem ini memberikan saran gaya pakaian sesuai preferensi pelanggan, cuaca lokal, hingga acara terdekat.
- Walmart, Target, Home Depot, dan Lowe's aktif bekerja sama dengan penyedia teknologi. Laporan dari Google mencatat bahwa raksasa retail ini terus membangun solusi Agentic AI ke dalam operasional harian mereka.
Tren ini tidak hanya terjadi pada brand global. Di Asia Tenggara, para pembeli lokal kini makin terbiasa "ngobrol" dengan brand lewat WhatsApp. Mereka bertanya, meminta rekomendasi produk, hingga menyelesaikan transaksi tanpa perlu membuka aplikasi atau website terpisah.
Alasan AI Chatbot Mampu Mendorong Penjualan
Riset dari McKinsey menunjukkan bahwa personalisasi berbasis AI mampu meningkatkan pendapatan sebesar 5% hingga 15%. Bahkan, pemain retail papan atas berhasil meraih kenaikan omzet hingga 25%.
AI bekerja lebih dari sekadar membalas chat dengan cepat. AI mampu membaca konteks obrolan dan menawarkan produk yang relevan di waktu yang tepat. Katalog statis dan iklan biasa tidak akan bisa menandingi kecepatan serta presisi ini.
Logikanya sangat sederhana. Ketika pembeli hanya melihat-lihat katalog digital sendirian, mereka cenderung hanya membeli barang yang ada di catatan belanjaan mereka. Namun, obrolan interaktif yang alami membantu pelanggan menemukan produk pelengkap yang sebelumnya tidak mereka pikirkan. Pengalaman inilah yang secara alami menaikkan nilai total belanja (basket value).
Arah Perkembangan Bisnis Retail Selanjutnya
Tren saat ini menunjukkan dengan jelas arah masa depan retail yang terotomasi. McKinsey memproyeksikan bahwa generative AI dan agentic workflows akan menyumbang nilai tambah sebesar $600 miliar hingga $1,2 triliun bagi industri retail global pada tahun 2027.
Selain itu, laporan industri mencatat bahwa 33% perusahaan retail diprediksi akan menerapkan agentic AI pada tahun 2028, naik drastis dari yang tadinya kurang dari 1% saat ini. Dalam dua tahun ke depan, sepertiga industri retail akan menjalankan AI yang mampu mengambil keputusan secara mandiri, bukan cuma membalas chat dasar.
Total investasi AI di sektor retail juga diperkirakan mencapai $290 miliar pada tahun 2028. Sebab, AI bukan lagi tren sesaat, melainkan sudah menjadi standar infrastruktur baru bagi bisnis retail modern.
Pada akhirnya, semua pebisnis retail akan mengadopsi AI. Namun, brand yang berpikiran maju sudah mulai membangun fondasinya dari sekarang. Dengan mengadopsi lebih awal, para pemimpin pasar berhasil mengamankan data, sistem, dan pengalaman yang dibutuhkan agar tetap unggul.
Cara Agentic AI Mimin Membantu Retailer Berkembang
Agentic AI Mimin menghadirkan kemampuan canggih yang sama seperti milik brand global untuk para pelaku retail regional. Sistem ini mampu memberikan rekomendasi produk secara real-time, membuat paket promo musiman, hingga memproses pencarian produk lewat foto langsung di dalam chat.
Ketika dipadukan dengan Mass Messaging Mimin, data preferensi pelanggan yang terekam saat chat bisa langsung digunakan untuk menjalankan kampanye promosi yang sangat relevan dan tepat sasaran.
Jika pelanggan membutuhkan bantuan manusia, Omnichannel & Ticketing System Mimin akan mengalihkan obrolan ke tim live agent secara mulus. Tim agen akan menerima riwayat chat secara utuh tanpa ada informasi yang terputus.
Penggunaan AI di industri retail bukan lagi visi masa depan. Ini adalah tentang siapa yang mengambil langkah lebih dulu.
Biarkan Agentic AI tingkatkan nilai belanja pelanggan Anda dan mulai 7-day trial bersama Mimin hari ini.
TENTANG MIMIN
Mimin adalah platform yang membantu bisnis menciptakan perjalanan pelanggan berbasis percakapan dengan Artificial Intelligence (AI). Mulai dari chat commerce, kampanye otomatis, hingga omnichannel inbox, Mimin memudahkan Anda memberikan pengalaman pelanggan terbaik dan memperkuat loyalitas.
Pelajari lebih lanjut tentang Mimin dengan menghubungi:
Mimin
PT. Admin Pintar Kita
Phone/WhatsApp: +62 856 0322 5212
Email: halo@mimin.io