Di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, banyak penyedia logistik menghadapi masalah kebocoran database pelanggan yang merugikan. Perusahaan freight forwarding, penyedia 3PL, dan jasa kurir biasanya menghabiskan banyak modal hanya untuk mencari merchant e-commerce dan eksportir baru. Namun, jalinan komunikasi sering kali langsung terputus total setelah paket atau kontainer kargo pertama sukses dikirim. Klien hanya menerima link resi, barang tiba, lalu hubungan bisnis selesai begitu saja.
Menganggap pengiriman barang hanya sebagai transaksi sekali jalan adalah kesalahan besar. Sebab, Anda melewatkan peluang pertumbuhan omzet tertinggi dari pelanggan yang sudah ada. Berdasarkan riset dari The International Journal of Logistics Management, komunikasi proaktif pasca-pengiriman bisa meningkatkan pesanan berulang (repeat order) hingga 32%. Dalam bisnis logistik, klien yang baru saja mengirim barang sebenarnya adalah pihak yang paling siap untuk mengirim barang kembali. Asalkan, hubungan bisnis tetap dijaga secara konsisten.
Oleh karena itu, berikut adalah 3 strategi utama bagi bisnis logistik untuk menghentikan hilangnya klien dan mendorong orderan berulang:
Tempat Hilangnya Klien Logistik & Cara Mengatasinya
1. Hilangkan Fase Diam Pasca-Pengiriman
Kebanyakan penyedia logistik hanya fokus pada fase pengiriman barang. Namun, komunikasi langsung berhenti total setelah bukti pengiriman (proof of delivery) dicatat sistem. Tanpa adanya sapaan otomatis atau pengingat berkala tepat setelah barang tiba, klien akan cenderung mencari kurir baru saat butuh pengiriman berikutnya. Oleh sebab itu, bisnis harus mengotomatiskan pengecekan kepuasan pelanggan tepat saat kargo sampai di tujuan.
2. Satukan Saluran Komunikasi yang Terpencar
Saat mengalami keterlambatan pengiriman, klien biasanya menghubungi Anda lewat berbagai platform berbeda. Sebagai contoh, mereka mengirim pesan melalui WhatsApp, media sosial, atau live chat di website. Jika saluran-saluran ini dikelola secara terpisah, respons tim Anda pasti melambat. Akibatnya, banyak tiket aduan yang terabaikan dan membuat klien kecewa. Menyatukan semua ruang obrolan ke dalam satu ruang kerja terpadu adalah solusi terbaik untuk menjaga loyalitas mereka.
3. Tangkap Siklus Pengiriman Berikutnya
Merchant B2B dan eksportir regional biasanya memiliki jadwal pengiriman yang rutin seperti pengisian stok mingguan atau bulanan. Namun, menunggu klien bergerak duluan akan membuat omzet Anda rentan direbut oleh kompetitor. Sebaliknya, bisnis logistik bisa mengamankan orderan dengan melacak pola pengiriman. Selanjutnya, Anda bisa menghubungi klien secara proaktif tepat sebelum jadwal rutin mereka tiba.
Menjangkau Kembali Klien Lewat Otomasi dan Omnichannel
Menjaga hubungan jangka panjang dengan klien tidak berarti Anda harus menambah beban kerja tim operasional. Sebab, Anda bisa menggabungkan Automation Mimin dengan Omnichannel & Ticketing System Mimin untuk mengubah klien sekali kirim menjadi pelanggan setia.
Keunggulan utamanya untuk operasional logistik meliputi:
- Automated Post-Delivery Triggers: Automation Mimin otomatis mengirim konfirmasi pengiriman, survei kepuasan, hingga pengingat order tepat saat siklus pengiriman merchant berikutnya tiba.
- Centralized Multi-Channel Support: Omnichannel & Ticketing System Mimin menyatukan pesan masuk dari WhatsApp, media sosial, dan web, membantu agen menyelesaikan kendala pengiriman lebih cepat.
- Smart Case Escalation: Mengalihkan pertanyaan rumit seputar tarif kontainer, bea cukai, atau kargo rusak ke spesialis logistik secara otomatis tanpa kehilangan riwayat chat.
- Service SLA Tracking: Memantau kecepatan respons agen dan skor kepuasan pelanggan (CSAT) di semua cabang dari satu tampilan layar.
Alur Perjalanan Logistik dalam Satu Dashboard
Menjalankan strategi komunikasi logistik yang proaktif tidak memerlukan banyak aplikasi yang berbeda. Sebab, semua sistem beroperasi rapi di dalam Mimin Unified Dashboard.
Sebagai contoh, setelah merchant mengirim kargo dari Jakarta ke Singapura, Automation Mimin akan mengirim pesan WhatsApp otomatis untuk konfirmasi dan meminta penilaian. Tujuh hari kemudian, sistem mengirim link pemesanan ulang secara personal berdasarkan jadwal mingguan mereka.
Jika merchant membalas dengan pertanyaan rumit mengenai harga kontainer borongan, obrolan langsung dialihkan ke Omnichannel & Ticketing System Mimin. Tim spesialis bisa langsung membaca riwayat chat pada channel tersebut dan membantu menutup transaksi dengan cepat. Sementara itu, manajemen bisa memantau seluruh proses dari konfirmasi hingga repeat booking melalui Mimin Unified Dashboard.
Jangan biarkan klien logistik Anda hilang begitu saja setelah satu kali pengiriman. Oleh karena itu, bangun interaksi yang berkelanjutan untuk mengamankan omzet bisnis Anda. Jaga hubungan bisnis Anda tetap berjalan dan mulai 7-day trial bersama Mimin hari ini.
TENTANG MIMIN
Mimin adalah platform yang membantu bisnis menciptakan perjalanan pelanggan berbasis percakapan dengan Artificial Intelligence (AI). Mulai dari chat commerce, kampanye otomatis, hingga omnichannel inbox, Mimin memudahkan Anda memberikan pengalaman pelanggan terbaik dan memperkuat loyalitas.
Pelajari lebih lanjut tentang Mimin dengan menghubungi:
Mimin
PT. Admin Pintar Kita
Phone/WhatsApp: +62 856 0322 5212
Email: halo@mimin.io